22 February 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Waduk Jeulikat, Objek Wisata Baru di Lhokseumawe

18 Oct 2015 portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Ratusan warga memadati lokasi Waduk Jeulikat di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Minggu, 18 Oktober 2015. Waduk ini menjadi objek wisata baru di Lhokseumawe sejak hari raya Idul Adha lalu.

Waduk itu terkurung di kaki perbukitan yang hijau. Lokasi ini menawarkan pemandangan memesona, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama. Sebagian pengunjung menikmati pemandangan dari punggung bukit sebelah timur. Para pengunjung tampak ber-selfie menggunakan kamera telpon genggam dengan latar belakang waduk. Ada pula yang bersantai di sejumlah pondok yang tersebar di puncak bukit itu.  

Sebagian pengunjung lainnya ber-selfie dan bersantai di tanggul waduk yang sudah dibangun talud. Dari punggung bukit, pengunjung bisa turun ke tepi waduk melalui anak tangga berkonstruksi semen. Ada pula yang bersantai di sejumlah pondok di tepi waduk.

Pantauan portalsatu.com, dari punggung bukit hingga ke tepi waduk terdapat sekitar 20 pondok. Tepat di tengah waduk teronggok fasilitas air mancur yang konstruksinya menyerupai ikan berukuran besar. Akan tetapi, sore tadi, fasilitas air mancur itu tidak difungsikan.

“Ada gangguan kabel. Sebelumnya sudah diuji coba, air mancurnya hidup,” ujar Helmi, salah seorang warga Jeulikat yang mengelola objek wisata itu.

Pengunjung yang ingin menyebrangi waduk bisa menumpang sebuah rakit yang dioperasikan sejumlah warga Jeulikat. Rakit berkapasitas sekitar 10 orang itu ditarik menggunakan tali dari sebuah pondok di sudut kanan waduk tersambung ke seberang di sebelah selatan.

***

Menuju lokasi Waduk Jeulikat bisa ditempuh lewat dua jalur. Pertama, dari Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Cunda, masuk ke arah Cot Sabong melintasi jalan aspal yang membelah Gampong Blang Poroh tembus ke Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, hingga ke Gampong Jeulikat. Kedua, dari Jalan Medan-Banda Aceh, masuk ke Simpang Jalan Elak kawasan Alue Awe atau depan kompleks kampus STAIN Malikussaleh, melintasi Jalan Elak hingga ke Jeulikat.

Dari jalur Cot Sabong-Blang Poroh-Lhok Mon Puteh ke Waduk Jeulikat, jika menggunakan kendaraan hanya butuh waktu kurang dari 10 menit. “Lebih dekat dari jalur Cot Sabong dibandingkan lewat Simpang Jalan Elak ke waduk ini,” ujar seorang pemuda Jeulikat ditemui portalsatu.com di lokasi itu.

Menurut dia, waduk itu menjadi objek wisata baru di Lhokseumawe sejak hari raya Idul Adha lalu. “Tiap akhir pekan ramai pengunjung. Tidak hanya dari Lhokseumawe, tapi juga pengunjung asal Aceh Utara dan Bireuen,” kata pemuda yang bekerja pada salah satu instansi pemerintah di Lhokseumawe itu.

Dulunya, kata dia waduk itu berfungsi mengairi sawah hingga ke Gampong Blang Weu Panjoe, tetangga Jeulikat. “Waduk ini menampung air hujan, kemudian dialirkan ke sawah saat musim tanam padi,” ujarnya.

Perbukitan yang mengelilingi waduk itu dulunya tertutup tumbuhan liar. Kata dia, lahan sekeliling waduk tersebut kemudian dibersihkan setelah dibeli oleh Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya. “Dulu tempat ini seperti hutan,” kata pemuda itu lagi.

Keterangan sama disampaikan Yasir, juga warga Jeulikat saat ditemui terpisah di lokasi waduk itu. “Lahan pribadi, kon ata Pemkot (lahan milik pribadi Wali Kota Suaidi Yahya, bukan milik Pemkot Lhokseumawe),” ujar Yasir.

“Waduk ini aset gampong (Jeulikat), karena untuk mengairi sawah. Sedangkan lahan di sekeliling waduk milik (sudah dibeli) wali kota,” timpal Helmi yang berdiri di dekat Yasir.

Menurut Yasir, lokasi waduk itu sejatinya belum dibuka untuk kunjungan wisata. Sebab, kata dia, objek wisata baru itu masih dalam tahap penataan, sejumlah fasilitas pendukung belum rampung.   

“Sebetulnya belum bisa kita buka, karena bisa mengganggu pekerjaan kita. Tapi tidak mungkin kita larang, kalau kita tutup (untuk kunjungan wisata), sayang juga membuat pengunjung kecewa,” kata Yasir.

Yasir dan Helmi menyebut objek wisata alam itu dikelola masyarakat Jeulikat di sekitar waduk. Sore tadi, para pemuda yang mengelola area parkir kendaraan dalam kompleks waduk itu mengutip Rp5.000 per sepeda motor.

Dalam kompleks itu juga ada sejumlah pedagang aneka minuman kemasan. Akan tetapi, sore tadi, belum terlihat tempat/lapak khusus untuk para pedagang itu. “Nantinya akan diatur tempat berjualan di luar kompleks waduk ini,” ujar Yasir.

Menurut sejumlah pengunjung dari Lhokseumawe, mereka datang ke lokasi itu setelah mendengar kabar ada waduk di kawasan perbukitan Jeulikat yang belakangan ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan. “Sejak beberapa bulan lalu, kami dengar dari mulut ke mulut, ada Waduk (di lokasi lahan milik) Suaidi di Jeulikat,” ujar Azwar, salah seorang pengunjung.

Azwar dan kawan-kawannya selama ini memilih Waduk Pusong-Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe sebagai lokasi wisata pada akhir pekan. "Sekarang ada tempat baru untuk bersantai bersama teman-teman sambil menikmati pemandangan indah, Waduk Jeulikat," katanya.

Anda tertarik mengunjungi Waduk Jeulikat?[] (idg)

 

Berita Terkait