19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Terungkap, Ini Alasan Mengapa Kunyit Dijuluki si Rempah Emas

09 Nov 2017 LIPUTAN6

KUNYIT adalah tanaman yang memiliki sejarah pemakaian obat yang sangat panjang, kurang lebih 4000 tahun. Di Asia Tenggara, kunyit digunakan tidak hanya sebagai bumbu utama, tetapi juga sebagai komponen upacara religi.

Kunyit telah dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Ya, tanaman obat dengan nama latin curcuma longa ini ampuh mengatasi banyak penyakit.

Pengolahan yang dilakukan, berbeda-beda di setiap negara. Dapat dikonsumsi saat segar, kering, powder, dan ekstrak. Bukan rahasia lagi kalau kunyit terkenal di seluruh dunia dengan jutaan manfaat sehat. Tak heran banyak ahli kesehatan menyebut kunyit si rempah emas. 

Analisis gizi menunjukkan bahwa 100 gram kunyit mengandung:

- 390 kkal

- 10 g lemak total

- 3 g lemak jenuh

- 0 mg kolesterol

- 0,2 g kalsium

- 0,26 g fosfor

- 10 mg sodium

- 2500 mg potassium

- 47,5 mg zat besi

- 0,9 mg tiamin

- 0.19 mg riboflavin

- 4,8 mg niacin

- asam askorbat 50 mg

- 69,9 g karbohidrat total

- 21 g serat makanan

- 3 g gula dan- 8 g protein

- asam lemak Omega-3 dan asam ?-linolenat.

Manjur sembuhkan berbagai penyakit

Menurut dr. Prapti Utami, M.Si saat dihubungi Citizen-Liputan6.com pada Rabu (8/11/2017), menjelaskan kenapa kunyit kerap disebut si rempah emas.

"Bukan hanya karena warna kuningnya seperti emas, tapi manfaat kunyit bagi kesehatan seperti emas. Rejeki terbesar yang bisa didapat masyarakat adalah sehat," jelas dokter pemerhati herbal ini.

Kunyit memang bisa digunakan sebagai obat herbal, seperti rheumatoid arthritis, berbagai gangguan pencernaan, penyembuhan luka dalam maupun luar, infeksi saluran kemih, nyeri menstruasi, mencegah kerusakan hati, sampai mencegah penyakit alzheimer. 

Bagaimana dengan dosisnya? Menurut dokter Mamiek, panggilan akrabnya, pembagiannya adalah sebagai berikut:

- Untuk artritis : 8-60 gram rimpang kunyit segar tiga kali/hari.

- Simplisia (kering):  3-9 gram sehari

- Serbuk dalam bentuk teh dengan dosis 1.5-3 gram diseduh dengan air 2 sampai dengan 3 gelas.

Untuk pemakaian luar, kunyit sudah terkenal sebagai penyembuh luka dan pengurang rasa sakit. Sampai saat ini tidak ada efek toksik (beracun) pada penelitian hewan atau manusia. Dokter Mamiek menjelaskan tetap ada kemungkinan orang yang sensitif terhadap kunyit, seperti ibu hamil, alergi kunyit, maupun orang dengan gangguan batu empedu.

Tumbuhan obat ini juga mememiliki efek farmakologi seperti:

1. Menambah nafsu makan

2. Meningkatkan enzim pencernaan

3. Anti mual, anti kembung, dan peluruh kentut

4. Peningkat daya tahan tubuh dan anti radang

5. Antiseptik untuk kasus sariawan

6. Mengurangi nyeri perut 

7. Bantu meredakan demam.[]Sumber:liputan6

 

 

Berita Terkait