22 February 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Taman Wisata di Bekas Kotek Itu pun Terbengkalai

04 Oct 2016 PORTALSATU

PULUHAN tiang besi bulat penyangga atap seng itu tampak mulai berkarat. Jarak antartiang sekitar 2,5 meter dengan posisi membentuk dua barisan yang membentang lebih kurang 100 meter. Bangunan tanpa dinding itu dibangun untuk tempat bersantai para pengunjung objek wisata Pantai Ujong Blang. Lokasinya berada di Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Di depan bangunan tempat bersantai itu ada jalan setapak yang berkelok-kelok. Tepat di bagian tengahnya ada tempat air memancur dan sarana lain di sekelilingnya. Keseluruhan sarana yang telah dibangun itu disebut Taman Wisata Hagu Barat Laut. Akan tetapi, taman wisata itu sudah ditumbuhi semak belukar lantaran cukup lama dibiarkan terbengkalai.    

Sebelah barat taman wisata itu ada bangunan mushalla. Di sebelah kiri mushalla tersebut tampak bangunan tempat bermain anak-anak. Namun, mushalla dan tempat bermain anak-anak itu belum rampung dikerjakan. Kedua bangunan itu pun kini terbengkalai.

Di depan taman wisata yang terbengkalai tersebut ada warung-warung beratap daun rumbia. Warung-warung yang sering disebut pondok rujak itu berjejer sepanjang garis pantai dan menghadap ke laut. Warung-warung tersebut selama ini menjadi tempat berteduh bagi para pengunjung objek wisata Pantai Ujong Blang. Pemilik warung menyediakan rujak, mi instan, kelapa muda, dan aneka minuman dalam kemasan.

Salah seorang pemilik warung, Bang Din mengatakan, Taman Wisata Hagu Barat Laut sudah lama terbengkalai. “Dibangun sekitar empat atau tiga tahun lalu oleh dinas terkait di Provinsi Aceh. Bangunan yang beratap seng itu—bagian dari taman wisata—kabarnya dibangun untuk disewakan kepada kami yang mengelola pondok rujak,” kata pria paruh baya itu kepada portalsatu.com, Selasa, 4 Oktober 2016.

Akan tetapi, kata Bang Din, sampai saat ini tidak ada seorang pun pengelola pondok rujak yang mau memanfaatkan bangunan milik pemerintah tersebut. “Selain sempit, lenbarnya hanya sekitar 2,5 meter jarak per tiang penyangga atap, letaknya juga tergolong jauh dengan pantai. Pengunjung (objek wisata Pantai Ujong Blang) minta tempat bersantai dekat dengan laut, seperti posisi warung-warung kami ini,” ujarnya.

Keterangan sama disampaikan sejumlah warga yang rumahnya berada di sebrang jalan Taman Wisata Hagu Barat Laut. Mereka menilai pembangunan tempat bersantai—bagian dari taman wisata—itu salah perencanaan lantaran jauh dengan pantai, sehingga kini terkesan mubazir.

Hasil penelusuran portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Aceh, terdapat kegiatan “Pembangunan Sarana Wisata Pantai Ujung Blang Gampong Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe”. Proyek sumber dana bagi hasil migas itu di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tahun 2012 dengan pagu Rp1,5 miliar.

Lokasi Taman Wisata Hagu Barat Laut itu merupakan bekas gedung Kotek—sebutan masyarakat Lhokseumawe untuk tempat diskotik yang beroperasi tahun 1990-an. “Luas gedung Kotek di Pantai Ujong Lhokseumawe dulunya hampir sama ukuran luas taman wisata yang terbengkalai sekarang. Jadi, lokasi taman wisata itu adalah bekas gedung Kotek,” ujar Husaini, salah seorang warga Lhokseumawe.

Sepengetahuan Husaini, gedung Kotek itu dibangun seorang pengusaha asal Medan dengan “membeli atau menyewa” lahan milik pemerintah daerah setempat. “Dalam gedung Kotek itu dulunya dijual minuman keras, ada billiard untuk arena perjudian, dan banyak PSK (pekerja seks komersial) dari luar Aceh,” kata pria yang pernah masuk ke gedung Kotek itu.

Gedung Kotek yang menjadi sarang maksiat itu kemudian menjadi sasaran amuk massa saat kerusuhan 1998. Setelah diwarnai penjarahan berbagai jenis barang, kata Husaini, gedung Kotek tersebut lantas dibakar dan dihancurkan. [](idg)