19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Pesona Kuliner dan Budaya Indonesia Warnai Resepsi Diplomatik KBRI Madrid

26 Sep 2017 PORTALSATU

MADRID - Pesona Indonesia mewarnai malam Resepsi Diplomatik KBRI Madrid. Ballroom Hotel Intercontinental Madrid, Sabtu malam (23/9) itu penuh dengan nuansa Wonderful Indonesia. Tidak hanya pada dekorasi dan aksesoris yang mendukungnya melainkan juga suguhan kuliner dan suvenir isi goody bags yang dibagikan pada para tamu.

Ikon pariwisata seperti miniatur Candi Borobudur, gamelan Jawa komplet, patung Garuda Bali serta Wayang Golek terlihat dominan di ruangan tersebut. Barang-barang tersebut menyedot perhatian para tamu. "Bagus! Indonesia Incorporated, semua mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia," ujar Menpar Arief Yahya.

Belum lagi kain Songket Palembang dan Tapis Lampung yang ikut menyemarakkan ruang resepsi. "Tema yang kami pilih untuk Resepsi Diplomatik kali ini memang tentang memperkuat Komitmen Indonesia untuk? Perdamaian Dunia, dan Promosi Pariwisata," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Senin (25/9).

Secara lebih detail bisa digambarkan aksentuasi khas Indonesia diutarakan secara jelas dalam forum resmi ini. Mulai dari dekorasi kain songket Sumatera Selatan dan kain tapis Lampung berhiaskan kalung-kalung mutiara NTT, wayang golek Sunda dan patung garuda dari Bali. "Pun pertunjukan Tari Serampang 12 dan Lancang Kuning, serta gamelan Bali," urai Dubes yang akan berakhir masa tugasnya di Spanyol akhir bulan November 2017 ini.

Dubes yang juga Perwakilan Tetap RI di UNWTO ini begitu paham dengan langkah memasarkan pariwisata Indonesia. Maka, suvenir untuk para undangan dalam acara ini pun sangat bernuansa "marketing" pariwisata. Yakni, para tamu mendapatkan CD Wonderful Indonesia, wayang kulit mini, dan gantungan kunci destinasi pariwisata.

Mantan Sesmenpora ini juga sangat paham dengan gastronomi dalam dunia pariwisata. Sajian makanan pun bernuansa promosi. Salah satu makanan favorit Presiden Obama, yakni nasi goreng, menjadi sajian pada resepsi ini. "Alhamdulillah, para tamu menyerbu nasi goreng," seloroh diplomat karir alumnus HI UGM ini.

Kendati sarat dengan promosi pariwisata Indonesia, tujuan lain Resepsi Diplomatik tetap tak ditinggalkan. Sebagaimana tema utama Kontribusi Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian dunia di bawah Operasi Pasukan Perdamaian PBB dan prioritas kebijakan pembangunan untuk memajukan pariwisata, ditampilkannya dalam format pameran foto aktivitas anggota TNI sebagai anggota The Blue Beret UN Peace Keeping Operation. Dan ada pula suvenir berupa buku berjudul Indonesia, A True Partner for World Peace.

Dalam kesempatan itu, saat memberikan sambutan, Dubes Yuli menyatakan penghargaan dan terima kasih kepada Spanyol dan semua negara sahabat yang memberikan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 - 2020.

Sedangkan Pemerintah Spanyol yang diwakili Dirjen Kerjasama dan Daya Saing, Kementerian Negara Pariwisata Spanyol, Dr Antonio Nieto Magro menyatakan, Spanyol menempatkan Indonesia negara sahabat dengan banyak potensi, tidak hanya di sektor pariwisata tetapi juga bidang lainnya.

Dalam kesempatan itu diuraikan pula Indonesia berpartisipasi dalam Pasukan Perdamaian PBB untuk pertama kali di Suez, Mesir, pada 1957. Bertahun-tahun sejak itu, pasukan ABRI yang lalu bernama TNI mendapat pujian di mana-mana dalam penugasannya di bawah panji-panji Pasukan Perdamaian PBB. 

Indonesia juga sudah empat kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan kini tengah menggalang dukungan dunia untuk kembali menempati posisi itu kelima kali.

Khusus dengan Kerajaan Spanyol, hubungan diplomatik terjalin sejak 1958. Dari aspek militer, Indonesia mendatangkan berbagai persenjataan dari Spanyol, di antaranya meriam ringan anti serangan udara 30 mm dari pabrikan Hizpano Suiza pada awal-awal hubungan baik itu terjalin. 

Pada dasawarsa '70-an, Spanyol dengan CASA-nya menjadi mitra penting jejak awal pengembangan dan penguasaan teknologi kedirgantaraan nasional. Salah satu monumen hidup dari hasil kerja sama itu adalah NC-212 Aviocar dan CN-235, walau CASA telah melebur ke dalam Airbus Industrie, di mana Spanyol menjadi satu dari empat negara pendiri. 

Spanyol juga yang menjadi salah satu kontingen asing pertama yang mendarat di Aceh saat provinsi paling barat Indonesia itu dilanda gempa Bumi dan tsunami pada akhir 2004. 

"Dari sisi kerja sama ekonomi-perdagangan, investasi Spanyol di Tanah Air juga dalam kecenderungan meningkat terus, tercatat menaik 300 persen pada kurun 2014-2017," tegas lulusan SMA 3 Yogya ini.

Demikian pula perkembangan neraca perdagangan bilateral yang sangat dinamis, pada paruh pertama 2016-2017 naik 5,6 persen dibandingkan periode sama 2015-2016 dan Indonesia menikmati surplus lebih dari 1,5 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahun.

Yang terbaru adalah peluncuran kapal layar latih tiang tinggi TNI AL, KRI Bima Suci, dari galangan kapal Freire, di Vigo, Spanyol. Dari kota pesisir di tepi Teluk Biscay yang menghadap ke Samudera Atlantik ini, pengganti kapal layar latih tiang tinggi legendaris Indonesia, KRI Dewaruci, diluncurkan.[] (webtorial)