24 April 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Pesona Danau Bungara Singkil yang Terabaikan

15 Mar 2016 PORTALSATU

SINGKIL - Nama Danau Bungara mungkin masih terdengar sangat asing di telinga masyarakat Aceh. Konon lagi bagi masyarakat Indonesia. Padahal inilah danau terluas kedua di Provinsi Aceh setelah Danau Lut Tawar di Takengon, Aceh Tengah. Predikat sebagai danau terbesar kedua itu diberikan oleh tim konsultan dan Dispora Tingkat 1 Aceh yang melakukan survey khusus pada 2008 lalu.

Danau Bungara berada di Kabupaten Aceh Singkil, luasnya mencapai 85,6 hektare. Danau ini dikelilingi empat desa yaitu Kampung Butar di sebelah timur, Kampung Lentong di sebelah barat, Kampung Danau Bungara di sebelah utara dan Kampung Lapahan di sebelah selatan.

Aceh Singkil -meskipun baru-baru ini ditetapkan Presiden sebagai satu-satunya kabupaten tertinggal di Provinsi Aceh- sebenarnya negeri yang kaya akan sumber daya alam. Tengok saja Pulau Banyak yang menyimpan seribu pesona bahari yang menjadi magnet wisatawan.

Sungai terpanjang di Aceh yakni Sungai Lae Sukhaya juga terbentang di Aceh Singkil. Sungai ini menjadi tempat mencari nafkah masyarakat Singkil yang tinggal di pinggiran sungai. Jika diuraikan satu persatu, masih banyak lagi tempat-tempat indah di bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili ini.

Berbeda dengan keberadaan Danau Lut Tawar di Gayo, Danau Bungara memang belum terekspos sama sekali. Persisnya danau ini terletak di Kecamatan Kota Baharu, kurang lebih 55 kilometer dari pusat kota Singkil. Karena belum digarap dan belum dipromosikan, sedikit sekali wisatawan yang mengetahui keberadannya.

Danau ini sebenarnya punya pesona dan keindahan yang luar biasa jika saja dikelola dengan baik. Bahkan ada pulau kecil yang melengkapi keindahan Danau Bungara. Sayangnya, meski sudah 17 tahun Aceh Singkil menjadi sebuah kabupaten, Danau Bungara belum tersentuh tangan-tangan kreatif yang bisa memajukan dan mempromosikannya. Padahal ini bisa menjadi salah satu andalan wisata Aceh Singkil selain Pulau Banyak.[](ihn)

Laporan Wahda