19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Penataan Objek Wisata Hanya Berorientasi Proyek?

09 Jun 2016 PORTALSATU

LHOKSEUMAWE – Akademisi Unimal Anismar, M.Si., menilai penataan lokasi objek wisata di Lhokseumawe terkesan berorientasi proyek, sehingga hasilnya tidak berkualitas.

Ditemui portalsatu.com di Lhokseumawe, beberapa hari lalu, Anismar yang juga peneliti pariwisata menyebut potensi objek wisata alam di Lhokseumawe ada yang alami, di mana hasil bawaan alam sendiri memang sudah indah, dan ada pula potensi alam yang direkayasa.

“Saya lihat, yang alami yang sudah ada saja itu tidak bisa diindahkan. Misalnya, Ujong Blang, juga objek wisata lain di sepanjang garis pantai Lhokseumawe, seperti Rancong. Itu kotor bukan main, sehingga manajemen wisatanya tidak jalan. Buktinya kita lihat mushalla, tempat salat itu tidak bersih, pengadaan airnya (air bersih) juga tidak ada, WC-nya tidak ada. Artinya kan tidak dihiraukan sama sekali,” ujar Anismar.

“Dan objek wisata alam lain yang diperbaruhi melalui tangan manusia itu hanya berorientasi proyek saja, tidak berkualitas,” kata dia lagi.

Menurut Anismar, kalau Pemerintah Kota Lhokseumawe serius ingin memajukan objek wisata, caranya tidak terlalu sulit. “Sebenarnya kuncinya, wali kota harus sanggup mengkoordinir dinas-dinas terkait. (Dinas) PU (Pekerjaan Umum), misalnya, dia membangun jalan, kemudian PDAM (menjamin ketersediaan) air, lalu bagian taman (BLHK), bidang agama apakah Depag atau Dinas Syariat Islam membangun mushalla, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

“Itu kalau memang bisa bersinergi, bekerja sama dengan komponen-komponen terkait, lima tahun kepemimpinan tampak jelas bahwa ini kemajuannya. Tapi ini tidak dilakukan. Buktinya kita lihat bangun jalan rusak (pipa) PDAM. Bangun jalan rusak jaringan listrik. Jadi, proyek yang dijalankan itu-itu saja hampir tiap tahun. Lambat sekali terjadi pembangunan,” kata Anismar.

Anismar mengatakan, sektor pariwisata tidak akan berkembang dengan maksimal jika hanya ditangani bidang pariwisata pada Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe seperti selama ini. Akan tetapi, kata dia, harus dikoordinir lintas sektoral atau dinas-dinas terkait untuk bergerak bersama-sama.

“Kalau semua komponen terkait terlibat, Insya Allah cepat maju pariwisata. Inilah yang tidak pernah saya lihat ada di Aceh,” ujar Anismar.[] (idg)