19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Kunjungi 3 Lokasi di Banda Aceh Ini Bikin Iman Semakin Kuat Lho!

15 Jun 2016 IHAN NURDIN

BANDA ACEH – Ramadan adalah bulan paling dinanti-nanti oleh umat Islam. Pasalnya ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan di bulan suci ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Dalam beberapa hadist Rasulullah bersabda, bahwasannya Ramadan adalah bulan dilipatgandakannya pahala. Ramadan juga bulan penuh ampunan sehingga benar-benar menjadi momentum bagi orang-orang yang ingin bertaubat.

Banyak amalan yang bisa dilakukan umat Muslim untuk meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, juga untuk mengumpulkan pahala di bulan suci ini. Misalnya dengan membaca Alquran, bersedekah, berzikir dan menolong fakir miskin.

Selain itu, bisa juga dilakukan sambil bertadabur alam ke lokasi-lokasi tertentu, yang tujuannya untuk melihat kebesaran Allah dan mensyukuri karunia Sang Pemilik Semesta. Anda bisa melakukannya sambil jalan-jalan sore bersama keluarga sambil menunggu waktu berbuka. Inilah tiga lokasi di Banda Aceh yang bisa dikunjungi untuk 'mengenal' Allah lebih dekat:

1. Museum Tsunami

Museum Tsunami merupakan lokasi yang pas untuk dikunjungi dalam rangka ‘mendekatkan’ diri kepada Allah. Dengan mengunjungi museum ini otomatis akan membuat kita merasa sangat kerdil dibandingkan dengan kekuasaan Allah.

Museum yang berada di bilangan Jalan Iskandar Muda, Gampông Blower ini dibangun untuk mengenang bencana tsunami pada 26 Desember 2004 silam yang menelan korban kurang lebih 240.000 jiwa. Peristiwa memilukan itu bisa dilihat jejaknya di Museum Tsunami dalam beragam format mulai dari arsip berita, foto, hingga video.

Salah satu ruangan yang ada di museum ini disebut Space of Sorrow atau Ruang Sumur Doa. Ruangan ini semacam ‘cerobong’ yang menjulang tinggi ke atas setinggi 30 meter. Satu-satunya sumber pencahayaan di ruangan ini berasal dari puncak cerobong tadi. Di puncaknya terdapat kaligrafi berlafal Allah.

Inilah simbol yang melambangkan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta yang menjadi penolong di berbagai situasi. Di lingkaran gedung ini kita juga bisa membaca 2.000 nama korban-korban tsunami. Nama-nama itu hanya sepersekian dari jumlah korban tsunami yang sebenarnya. Membaca nama-nama ini membuat kita benar-benar tak bisa membendung emosi.

2. Kapal di Atas Rumah

Bencana tsunami Aceh menyisakan banyak ‘kenangan’ yang kini justru menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah keberadaan situs Kapal di Atas Rumah di Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh ini. Objek wisata ini berada tak jauh dari lokasi TPI Lampulo yang lama, kini menjadi salah satu andalah destinasi wisata tsunami di Banda Aceh.

Objek wisata ini berupa sebuah kapal nelayan berukuran jumbo yang akhirnya tertambat di rumah warga karena diterjang arus tsunami yang sangat besar. Kapal ini menyelematkan 59 warga dari hempasan gelombang tsunami yang dahsyat. Panjang kapal ini mencapai 25 meter dengan lebar 5,5 meter.

Sama halnya seperti Museum Tsunami, berkunjung ke lokasi ini juga akan membuat kita tak berhenti berpikir tentang kekuasaan Allah.

3. Taman Hutan Kota

Inilah lahan kosong yang berhasil disulap menjadi layaknya sebuah ekosistem. Taman Hutan Kota berada di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Luasnya yang mencapai 7,15 hektar menjadi ‘rumah’ bagi sekitar 95 jenis pohon yang terdiri dari pohon keras berumur panjang, dan bunga-bungaan dengan warna yang indah.

Selain untuk mencegah polusi udara, taman hutan kota ini juga memiliki fungsi ekologis karena telah menjadi habitat bagi aneka jenis hewan. Hewan-hewan itu menjadi rantai sebuah ekosistem alami. Di taman ini kita bisa mempelajari banyak hal terutama tentang vegetasi dan fungsi ekologi. Setiap pohon dilengkapi dengan papan nama.

Taman yang dibangun oleh BNI yang melibatkan Pemko Banda Aceh, Yayasan Bustanussalatin dan masyarakat setempat ini dikelola dengan apik. Pengunjung bisa mengelilingi taman dengan melewati jembatan kayu yang ada di sana. Hanya dengan merasakan udaranya yang bersih saja, sudah membuat kita sangat mensyukuri hidup ini. Apalagi dengan banyaknya tumbuhan dan satwa yang bisa kita lihat di taman hutan kota ini, tentunya akan membuat keimanan kita semakin bertambah bukan?[](ihn)