19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Kuah Koro, Pulut yang Dikuahi Susu Kerbau dari Gayo Lues

09 Jul 2016 JAUHARI SAMALANGA

PERNAH dengar Kuah Koro? Itulah makanan langka dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bila di pesisir Aceh orang mengenal "Kuah Tuhe" yakni makanan ketan yang tuang kuah kolak durian, itu sama wujudnya, hanya di Kuah Koro air kolak bukan dari santan, tetapi air susu kerbau yang dituang ke dalam ketan, oleh masyarakat dinamai "kuah koro".

Dulu di Gayo Lues penganan ini cukup diminati masyarakat lantaran tidak sulit menemukan bahan bakunya, namun kini semakin sulit, akibat peternak kerbau yang berkurang.

Makanan tersebut saat ini bisa ditemui di beberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, yang masyarakatnya memang menjadikan susu kerbau sebagai minuman favorit dan lantas diolah menjadi susu kerbau tersebut menjadi kuah pada pulut.

“Susu kerbau ini dipanen saat menjelang bulan Ramadan, karena kuah pulut diminum untuk pengganti sirup,” kata peternak kerbau di Kecamatan Rikit Gaib, Kasman.

Sekarang "kuah koro" sudah langka, padahal melihat fungsinnya susu kerbau dipakaai untuk campuran bermacam makanan. Dulu, kuah kerbau ini tidak diperjual belikan oleh peternak, sudah menjadi tradisi untuk dibagi-bagi kepada masyarakat kampung.

“Sekarang di Rikit Gaib sudah banyak yang kembali beternak kerbau, salah satunya untuk membudidayakan kuah koro ini,” kata Kasman.

Kalau dulu di Rikit Gaib hasil perahan susu kerbau bisa mencapai 80 liter dari 6 ekor kerbau yang diperah. Namun kini sudah mulai jarang produksi, bahkan sudah menjadi makanan langka.[]