20 June 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Kocak! Ini Parodi Dilan 1990 ala Polantas Polres Bitung

07 Mar 2018 CUT ISLAMANDA

BITUNG Masyarakat Indonesia pasti tidak asing lagi dengan film Dilan 1990, khususnya kawula muda. Sebuah film yang menceritakan tentang indahnya masa-masa SMA. Siapa sangka, film yang digandrungi anak muda itu justru menjadi sebuah inspirasi bagi Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Andri Permana.

Melalui parodi Dilan 1990 ‘Dula dan Mince’, AKP Andri Permana mengemas cerita tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, dalam video juga disampaikan kepada masyarakat agar tidak memakai jasa calo saat mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Terinspirasi dari film Dilan 1990, saya berpikir kenapa tidak ini dikemas menjadi cerita yang menarik. Ini merupakan salah satu bentuk imbauan tertib lalu lintas yang kita sampaikan melalui video edukasi berbahasa Manado yang juga ada terjemahannya. Video ini sekaligus mengajarkan kepada masyarakat tentang pengetahuan berlalu lintas di jalan raya,” ujar AKP Indri Permana, saat dihubungi portalsatu.com via telepon seluler, Rabu, 7 Maret 2018.

Kata Andri, pemeran parodi Dilan 1990 merupakan masyarakat Kota Bitung, Sulawesi Utara, sementara Polantas hanya sebagai pendukung.

“Di sini, mulai dari videografer, editing hingga pemeran utama merupakan warga Kota Bitung. Selain mencari bibit kreatif, melalui video ini kita juga menjadikan masyarakat sebagai duta lantas Kota Bitung. Selain itu kita juga ingin menunjukkan bahwa di sebuah kota kecil ujung Sulawesi banyak terdapat anak-anak muda berbakat di bidang seni,” terang Andri.

Di akhir video, AKP Andri Permana mengimbau, “Hal yang buruk tinggalkan, tren yang baik ayo ikuti. Yuk, jadi generasi muda yang tertib dalam berlalu lintas. STOP pelanggaran, karena pelanggar itu berat!”.

AKP Andri Permana pernah bertugas di beberapa wilayah dalam Provinsi Aceh. Di antaranya, KBO Lantas di Polres Aceh Barat, Kasat Lantas Polres Aceh Singkil, Kasat Lantas Polres Aceh Utara, Kapolsek Kuta Alam (Polresta Banda Aceh) dan Kasat Lantas Polres Pidie. Setelah melanjutkan sekolah S1 PTIK di Jakarta, ia ditempatkan di Polda Sulawesi Utara sebagai Kanit PJR. Kemudian berlanjut sebagai Kapolsek Tikala di Polresta Manado, hingga akhirnya sebagai Kasat Lantas di Polres Bitung.

Saat menjalani tugas di Meulaboh, Aceh Barat, AKP Andri Permana bersama dua personel polisi lainnya serta seorang sipil, membentuk sebuah Band yang diberi nama ‘Bandny Talenta’. Bukan hanya sekadar menjadi vokalis dan pemain keyboard, Andri juga mahir menciptakan lagu. Di antaranya, Cinta Ini, Mama, Kaulah yang Pertama, Di Tengah Pasir Putih dan Cinta Pertama. []

Berita Terkait