27 April 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Kisah Seorang Janda yang Rela Jadi Sopir Truk Demi Menghidupi Anaknya

22 Dec 2017 OKEZONE

IBU adalah sosok luar biasa yang ada dalam kehidupan kita. Kesakitannya saat mengandung sampai melahirkan tak akan bisa terbalaskan dengan apapun. Kasih sayangnya yang tanpa pamrih menjadi hal yang takkan terlupakan saat kita beranjak dewasa.

Perjuangan seorang ibu yang harus menghidupi anak-anaknya terkadang menimbulkan simpati. Bahkan, sekarang sudah banyak kisah inspiratif dari seorang ibu yang bisa memotivasi kita, salah satunya seorang janda bernama Nur Fatmawati.

Dalam akun facebook bernama Yuni Rusmini, ia mengunggah sebuah cerita inspiratif dari seorang janda yang memilih menjadi sopir truk untuk membesarkan buah hatinya. Wanita kelahiran Jember, 15 Mei 1985 ini sudah menjalani pekerjaan sebagai sopir truk yang memuat cabai selama 2 tahun.

Sambil meneteskan air mata, Nur mengaku bingung ketika dirinya berpisah dengan suaminya. Ia tidak tahu pekerjaan apa yang bisa ia kerjakan demi menyambung hidupnya.

Namun, akhirnya ia memilih menjalani profesi sebagai sopir truk dari seorang kenalannya asal Blitar. Sejak saat itulah, ia mulai mengenal seluk beluk truk. Panas dan hujan tidak menjadi penghalangnya karena pekerjaan tersebut merupakan satu-satu penghasilan untuk menghidupi anak-anaknya.

Meskipun begitu, ibu 2 anak ini juga sering dicaci maki karena cabai yang diantarnya telat datang. Ia mengungkapkan bahwa jika ia lamban maka cabai akan cepat membusuk sehingga ketetapan dan kecepatan sangat diperlukan.

Banyak suka duka yang dialaminya selama menjadi sopir truk, seperti harus mengganti ban sendiri, uang yang menipis, dan makan di jalan supaya menghemat solar. “Nur bangga karena menjadi supir truk bisa membantu kaum kuliner yang cinta dengan makanan pedas,” tuturnya.

Menurutnya, jauh lebih bahagia lagi ketika sesama sopir Pantura saling membantu dan berbagi. Tidak sombong dan rendah hati merupakan kunci dari kebahagiaan pekerjaannya saat ini.

Keluh kesah tak pernah ia tunjukkan supaya tetap bisa terus menjadi semangat untuk melanjutkan hidupnya. Pengalaman terjauhnya saat menyetir adalah dari Jember ke Mataram, Jember Jakarta, Jember Jambi, dan Palembang.

Pemilik facebook yang membagikan ceritanya menambahkan, “Mari belajar dari kisah mbak Nur ini, jgn bersedih kita wanita hrs kuat dan mandiri. Byk jln utk mencari rejeki halal, yg ptg niat dan usaha. . yg semangat ya.....kaum wanita single parent......”[] Sumber: okezone.com