16 December 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Ini Tempat Rekomendasi Agrowisata Kopi di Bali

14 Aug 2016 DETIK

Selain punya pantai, Bali juga ramai agrowisata kopi. Jika mengaku suka kopi, Bali Pulina Agro Tourism di Gianyar bisa jadi rekomendasi.

Karena saya akhirnya ke Bali lagi bulan Agustus kemarin, saya pun bilang ke driver kami, Bli Gede, supaya mampir walaupun jam hampir menunjukkan pukul 17.00 WIB. Kata Bli Gede, tak apa-apa kalau tutup ya paling balik lagi.

Sampai di sana parkir mobilnya penuh! Wah, gak nyangka tempat ini ramai banget pengunjungnya. Padahal bukan high season alias waktu anak-anak sekolah liburan, bukan pula tanggal merah.

Saat masuk lokasi, kami disambut mbak-mbak cakep yang menjelaskan dengan ramah tanaman kopi yang ditanam di sini. Beberapa tanaman herbal dan buah-buahan, tidak ketinggalan juga binatang luwak, yang jago memilih kopi, memakannya dan biji yang keluar dari kotorannya akan diambil, dibersihkan, dimasak kemudian dikupas. Hasilnya? Biji kopi luwak yang terkenal enak di dunia. Oh iya, Luwak nya lucu-lucu dan sehat.

Kami juga dikasi lihat dapur rumah Bali zaman dahulu yang masih tradisional. Di akhir cerita kami ditawarkan mencicipi gratis 8 rasa minuman yang terdiri dari kopi, teh, dan cokelat. Iya, benarr pemirsa, delapan rasa!

Kami juga ditawari kopi luwak dengan harga Rp 50.000,-/cangkir. Kalau tidak mau tidak apa, langsung duduk saja sambil menunggu sample minuman 8 rasa ini tersaji. Itu yang saya lakukan, karena tidak begitu hobi ngopi, apalagi yang kopi murni.

Minuman 8 rasa ini apa saja sih? penasaran kan sampai 8 macam. Ini dia 8 rasa yang tersaji di cangkir, lemon tea, ginger tea, ginger coffee, ginseng coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee, pure bali coffee.

Yang saya suka dari 8 rasa ini adalah kopi ginseng, kopi cokelat, dan kopi vanilla. Tempat duduknya menghadap pemandangan bukit dan sawah yang indah. Hawanya juga sejuk karena ada di dataran tinggi. Selain wisatawan lokal, banyak pula turis asing berkunjung di sini.

Nah, di sini ada pula tempat narsis berfoto ria. Seperti teras yang berbentuk lingkaran lancip di ujungnya terbuat dari bambu. Dari sini kita bisa foto dengan latar belakang bukit dan sawah. Cakep bangett deh!

Ayo yang datang bersama pasangan atau keluarga jangan lewatkan narsis di sini yah! Untuk yang bawa anak kecil, mohon diperhatikan karena ada beberapa spot yang agak berbahaya buat anak kecil yang belum bisa pegangan sendiri.

Bagi yang suka main alat musik tradisional, pilihlah tempat duduk di tempat agak dalam (beda rumah, masih satu lokasi, hanya bersebelahan dengan ruang duduk yang pertama kali kita masuki).

Di sana selain lebih sepi (mungkin banyak yang tidak tahu), bisa main musik juga. Yang suka di tempat terbuka, bisa duduk dibawahnya, seperti yang tampak di foto dibawah ini.

Nah setelah senang bernarsis ria dan menikmati kopi, kita bisa pesan makanan kecil di sini. Yang saya baca ada menu pisang penyet yang diolah dengan 3 macam rasa. Saya tidak hafal, kalau tidak salah ada yang pisang bakar madu, keju, cokelat. Yang jelas wajahnya cakep dan bikin ngiler.

Di akhir cerita sewaktu berjalan pulang, ada coffee shop cakep yang bikin saya pingin mampir. Isi toko ini tentu saja kopi luwak dan kopi enak yang tadi saya cicipi. Juga ada teh, vanila, madu, minyak, produk perawatan tubuh, dan lain-lain.

Harga kopi (sewaktu saya ke sini Agustus 2015) sekitar Rp 110 ribu-130 ribuan untuk kombinasi tiga rasa. Kecuali kopi luwak harganya lebih tinggi, Rp 400 ribu untuk 100 gram. Ada beberapa kemasan dengan berat berbeda. Bagi yang penggemar kopi, bisa pilih sesuai selera.

Sekian dulu cerita saya di sini. Hati gembira dan puas setelah pulang dari Bali Pulina. Ayo bagi yang belum pernah mampir, segeralah merapat ke sini, dijamin senang deh. | sumber : detik

Berita Terkait