19 November 2017

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Ie Bu Peudah; Kuliner Khas Ramadan yang Terbuat dari 44 Ramuan

09 Jun 2016 IHAN NURDIN

RAMADAN merupakan bulan yang paling istimewa dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh. Jauh-jauh hari lazimnya mereka telah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Yang paling kentara adalah tradisi meugang yang dilakukan dua hari sebelum memasuki bulan puasa.

Jauh sebelum itu masyarakat Aceh umumnya juga menyiapkan berbagai hal untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. Misalnya dengan menumbuk tepung. Tapi tradisi ini mulai jarang dilakukan karena lebih mudah menemukan tepung pabrikan.

Ramadan juga menjadi bulan yang istimewa, karena ada makanan-makanan tertentu yang hanya ditemui di bulan ini saja. Walhasil, Ramadan bisa menjadi semacam pengobat rindu untuk mencicipi makanan tradisional Aceh seperti ie bu peudah, kanji rumbi atau putu.

Dari tiga makanan yang disebut di atas, ie bu peudah termasuk yang paling istimewa. Sebab proses pembuatannya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum bulan puasa tiba. Selain rasanya yang istimewa, proses pembuatannya juga unik dan agak rumit.

Mantan penggerak tim PKK Aceh, almarhumah Hj. Nuraini suatu ketika pernah menjelaskan, Ie bu peudah merupakan makanan sejenis bubur yang dimasak dari berbagai jenis ramuan. Terdiri dari 44 macam jenis ramuan yang berasal dari aneka dedaunan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Seperti daun saga, beras, jagung, kacang hijau dan lainnya. Rempah yang dipakai biasanya ada kunyit dan merica.

Daun-daunan tersebut biasanya dicari di hutan-hutan, sehingga memerlukan waktu lama untuk menyiapkan bahan-bahannya. Setelah semua bahan terkumpul, kemudian disangrai dan ditumbuk kasar. Racikan ini bisa disimpan hingga berbulan-bulan, bahkan berbilang tahun hingga Ramadan berikutnya tiba. Tapi sekarang banyak orang tak mau repot-repot melakukannya, mereka cukup menukarkan selembar atau dua lembar uang pada pedagang di pasar untuk mendapatkan ramuan ie bu peudah ini.

Ramuan inilah yang kemudian menjadi bahan dasar sebagai penguat cita rasa makanan sejenis bubur yang disebut dengan ie bu peudah. Untuk membuat ie bu peudah, tidak hanya cukup dengan ramuan di atas saja, tetapi juga diperlukan bahan-bahan lain.

Bahan-bahan yang dimaksud seperti melinjo, kacang panjang, ketela, kelapa setengah tua, kacang tanah, daun pepaya muda dan jagung muda. Bahan-bahan ini dirajang kecil-kecil kemudian direbus dengan air, bisa juga ditambahkan dengan air kelapa supaya lebih manis. Untuk menguatkan cita rasa kesegarannya biasanya juga ditambah dengan rajangan serai, daun jeruk dan bawang merah.

Setelah itu barulah diberikan ramuan yang sudah disangrai tadi secukupnya, ramuan ini akan membuat sayur-sayuran tadi menjadi kental dan menyerupai bubur. Itulah mengapa makanan ini disebut ie bu atau bubur. Nah, karena rasa dominannya pedas yang berasal dari campuran merica namanya menjadi ie bu peudah, kurang lebih artinya bubur pedas. 

Agar rasanya lebih nikmat dan sedap bisa juga ditambahkan seafood seperti udang, kerang atau tiram.

Ie bu peudah merupakan makanan tradisional khas masyarakat di wilayah Aceh Besar, dan di sepanjang pesisir Utara dan Timur Aceh. Namun, dari segi rupa agak sedikit berbeda. Di Aceh Besar, ramuan ie bu peudah berwarna hijau, karena berasal dari warna kacang hijau yang dominan. Sedangkan di Timur Aceh cenderung agak kekuningan.

Setiap bulan puasa makanan ini sudah menjadi sajian istimewa sejak masa nenek moyang orang Aceh dulu. Dengan menyantap ie bu peudah bisa meningkatkan stamina saat bulan puasa, badan menjadi sehat dan bertenaga. Itulah mengapa makanan ini menjadi menu favorit.

Hal ini tak lain karena ramuannya terdiri dari berbagai macam zat yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat dalam beras dan jagung, vitamin dari kacang hijau, dan zat-zat lainnya yang terkandung dalam kunyit dan merica yang bagus untuk kesehatan.

Bagi orang Aceh, Ramadan memang bulan mulia yang selalu dinanti-nanti, tak heran jika kesehatan menjadi faktor penting agar ibadah menjadi nyaman, salah satu upaya menjaganya adalah dengan mengkonsumsi ie bu peudah.[](ihn)