23 January 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Cerita tentang Kapal Niaga yang Angkut Jamaah Haji Pertama Indonesia

16 Aug 2016 DETIK

Jakarta - Abad ke-16 merupakan masa permulaan haji di Indonesia. Saat itu, pada umumnya mereka pergi ke Makkah menggunakan kapal niaga milik domestik maupun milik asing.

Meski jumlahnya masih sedikit, catatan dalam buku "Historiografi Sejarah Haji di Indonesia" karya Saleh Putuhena dapat dijumpai kapal-kapal niaga milik orang Arab, Persia, Turki dan Indonesia yang beroperasi di Indonesia. Namun, memasuki pertengahan abad ke-16 kapal-kapal Nusantara justru lebih dominan keberadaannya dibanding dengan kapal asing.

Kapal-kapal itu biasanya melayari jalur perdagangan Samudera India sampai ke Jazirah Arab. Saat itu juga tercatat Nusantara telah memiliki armada perdagangan internasional, mengingat di Jepara terdapat industri kapal yang keberadaannya dikagumi bangsa Portugis.

"Sebagian besar kapal ini memang kebanyakan termasuk dalam kategori kapal kecil dengan daya jelajah terbatas hanya sampai India dan Filipina. Namun meski sedikit, ada juga kapal dengan muatan besar yang dapat menjelajah hingga Spanyol," sebut Schrieke dalam bukunya yang berjudul "Indonesian Sociological Studies".

Diketahui, armada kapal milik ulama Aceh yang pertama kali sampai ke Jeddah pada tahun 1556 juga dibeli dari Jawa dan Pegu. Begitu pula dengan beberapa wilayah lainnya di Nusantara, Sultan Mansyur Syah dari Malaka ketika ingin berhaji juga memesan kapal di tempat yang sama.

Selain di Jepara dan Jawa, industri kapal niaga juga terdapat di Banjarmasin, Lawe, dan Tanjungpura. Dari sini dapat disimpulkan bahwa industri kapal niaga Nusantara telah menunjang armada niaga internasional yang sering digunakan oleh mereka yang bermaksud pergi ke Tanah Haram.

Berbeda dengan abad sebelumnya, memasuki abad ke 17 kapal niaga yang menjelajah samudera Hindia mulai mendapat saingan dari kapal-kapal Eropa. Sambil berlayar untuk berdagang ke Jeddah, dengan menumpang kapal ini orang Nusantara untuk menimba ilmu sekaligus berhaji.

"Salah satu peristiwa pemberangkatan jamaah haji Nusantara ke Makkah dengan kapal Eropa adalah atas jaminan Sultan Ageng suatu utusan kerajaan Mataram berangkat ke Makkah dengan kapal Inggris," ungkap Johan Eisenberger dalam disertasinya yang berjudul "Indie and de Bedevaart naar Mekka.[] Sumber: detik.com