27 April 2018

Home Gaya Travel Otomotif Health Entertainment

Beda Jilbab, Khimar, dan Niqab, Anda Pilih yang Mana?

08 May 2016 TEMPO

Begini wajah jilbab di dunia saat ini: dilarang di Prancis, diwajibkan di Arab Saudi, dan menjadi bagian dari fashion di Indonesia. Jilbab dengan segala terminologinya, bisa berbeda rupa di tempat yang berbeda.

Jilbab dalam terminologi kitab suci digambarkan bukan untuk menamai jenis pakaian tetapi sesuatu yang berfungsi sebagai tirai atau "pembeda" antara wanita Muslimah dengan wanita jahiliyah di masa itu. Jilbab juga ditujukan untuk menjaga kehormatan pemakainya.

Di Barat, seperti ditulis New York Times dalam ulasan terbarunya, jilbab menjadi nama generik untuk semua jenis penutup aurat Muslimah. Padahal, ada berbagai jenis jilbab berdasar modelnya.  

Berikut ini varian jilbab dan padanannya menurut media yang terbit di Amerika Serikat ini:

Abaya
Umum dikenakan wanita di seluruh Semenanjung Arab dan sebagian Afrika Utara. Biasanya abaya berwarna hitam, berbentuk jubah longgar atau kaftan dan menutup seluruh tubuh kecuali wajah, tangan, dan kaki.

Burqa
Umumnya digunakan kaum wanita di Afghanistan terutama saat Taliban berkuasa. Burqa merupakan pakaian yang menutup seluruh badan termasuk wajah, dan hanya menyisakan lubang kecil di bagian mata. Saat pertama kali mengulasnya pada tahun 1988, New York Times menyebut pakaian ini menyerupai tenda. Di Kabul, kebanyakan burqa berwarna biru, namun di bagian lain di Afghanistan dan Pakistan warnanya coklat, hijau, atau putih.

Chador
Selama berabad-abad, perempuan di Iran mengenakan penutup kepala setengah lingkaran yang menutupi kepala seperti mengenakan selendang. Chador tidak memiliki pengencang; ulung kain diselipkan begitu saja di bawah leher atau tangan. Hitam adalah warna yang disukai untuk tampil di depan umum, tapi mereka sering memakai chador warna-warni saat berada di rumah atau masjid.

Hijab
Adalah istilah yang kebanyakan digunakan oleh media Barat untuk menyebut penutup kepala. Beda dengan burqa dan lainnya, hijab bervariasi, dan kadang mengikuti tren fashion yang berkembang.

Jilbab
Istilah yang disebut dalam Al-Qur'an, umumnya mengacu pada pakaian pelindung, bukan pakaian tertentu. Di Indonesia, jilbab mengacu pada kerudung dan gaya berpakaian head-to-toe. Beda dengan Afrika Utara dan Semenanjung Arab, New York Times menyebut jilbab di Indonesia sangat fashionable.

Khimar
Adalah istilah ketiga setelah hijab dan jilbab untuk menyebut penutup kepala Muslimah. Secara historis, khimar mengacu pada setiap gaya berpakaian yang mempromosikan kesopanan, menutup aurat wanita, dan melindunginya dari tatapan pria bukan muhrim. Di beberapa negara, istilah ini digunakan untuk menyebut semua jenis penutup kepala yang panjang dan longgar.

Niqab
Adalah cadar yang menutupi wajah wanita kecuali matanya. Di arab Saudi, niqab digunakan bersama abaya. Di banyak negara, termasuk Asia Selatan dan Afrika Utara, Muslimah menggunakan kain persegi menutupi sebagian wajah kecuali mata dan diikat dengan tali di belakang kepala.

Di antara varian di atas, gaya mana yang Anda suka? | sumber : tempo