JAKARTA -- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan kendaraan roda dua ke diler atau wholesales pada tahun ini mencapai 6 juta - 6,1 juta unit atau tumbuh 3% dari total penjualan pada tahun lalu yang mencapai 5,89 juta unit. 

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Sigit Kumala menegaskan, tren perbaikan yang terjadi sepanjang tahun lalu diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini. Asosiasi memperkirakan total penjualan sepeda motor pada 2018 mencapai 6 juta – 6,1 juta unit. “Kalau tahun ini ada kenaikan sekitar 2%-3% dulu,” kata Sigit, di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya memprediksi kenaikan distribusi sepeda motor pada tahun ini dapat terjadi lantaran pemerintah berjanji tidak akan menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Kondisi tersebut, ungkapnya, dapat menaikkan daya beli masyarakat.

Penurunan penjualan sepeda motor yang terjadi di pasar dalam negeri, dia mengingatkan, dapat terjadi lantaran pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat mengganggu daya beli masyarakat seperti menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik.

Kenaikan seperti bahan bakar minyak dan tarif listrik, dia menegaskan dapat membuat masyarakat merogoh kantongnya lebih dalam lagi.

Dia menilai, penjualan sepeda motor pada tahun lalu menunjukkan perbaikan meskipun masih tercatat negatif 0,76% jika dibandingkan dengan 2016. Menurutnya, negatif 0,76% tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni minus 8,4%.[] Sumber: bisnis.com