Perhiasan biasanya terbuat dari logam mulia seperti emas atau bertabur intan permata. Namun bagi sebagian orang, perhiasan justru dapat datang dari potongan bagian tubuhnya sendiri.

Melansir Independent, Lucie Majerus, desainer aksesori lulusan Design Academy Eindhoven Belanda baru saja merilis koleksi aksesori yang dibuat dari giginya sendiri yang sudah tanggal.

"Ketika saya kehilangan gigi bungsu saya untuk pertama kali, saya menyimpannya. Lalu, muncul ide membuat Human Ivory," ujarnya menambahkan.

Koleksi aksesoris yang ia namai Human Ivory ini pertama kali dipamerkan saat upacara kelulusan Design Academy Eindhoven di gelaran Dutch Design Week 2016 lalu.

Dia membuat berbagai perhiasan ini seperti anting, cufflinks, bros serta cincin.

Perempuan itu berhasil 'menyulap' gigi geraham manusia dewasa menjadi hiasan menyerupai permata. Sebelum dipoles, gigi-gigi yang akan digunakan dibersihkan dengan pemutih.

Jika ada lubang, Majures akan memperbaiki bagian tersebut ke dokter gigi terlebih dulu. Dan karena ukurannya sangat kecil, ia mengaku perlu kesabaran lebih dan perhatian yang besar untuk mendapatkan detail yang diinginkannya. 

"Kenapa harus merusak ekosistem gajah demi gading mereka, kalau manusia bisa menggunakan gigi lain yang juga berharga?" kata Majerus.

Awalnya banyak yang merasa jijik dengan ide Majerus. Namun setelah diperlihatkan untuk umum, sebagian besar pengunjung yang melihat langsung koleksi Human Ivory justru memberi respons positif.

"Mereka menyukai ide saya menggunakan 'gading' manusia untuk mengganti gading gajah. Bahkan tertarik untuk menginvestasikan gigi anggota keluarga yang sudah meninggal menjadi perhiasan."

Cara ini menjadi sebuah alternatif untuk menggantikan perhiasan dari gading gajah. Meski sudah ditetapkan ilegal, penggunaan gading gajah sebagai perhiasan masih ada di berbagai belahan dunia.

Perburuan ilegal gading gajah, kata Andrew Seguya, direktur Uganda Wildlife Authority (UWA), menyebabkan tingkat kematian gajah terus meningkat di negeri itu.

"Banyak turis perempuan yang terbang meninggalkan bandar udara Entebbe dengan menggunakan gelang, kalung maupun anting yang terbuat dari gading gajah.  Mereka tak sadar tentang bagaimana proses pembuatannya," ujar Seguya, seperti dilansir dari The Africa Report.

Hal ini pun terjadi juga di Indonesia seperti di Maumere, Flores, dan Nusa Tenggara Timur. Di daerah tersebut kepemilikan gading gajah bahkan menentukan status sosial seseorang. Gading gajah juga dijadikan mahar pernikahan bahkan tabungan masa depan untuk pendidikan anak.[] cnnindonesia.com