KUWAIT CITY -- Kerajaan Arab Saudi menegaskan tidak memiliki niat untuk membatalkan biaya tambahan untuk visa haji dan umrah. Kabar tersebut berdasarkan laporan harian media Al-Anba, Kuwait, dengan mengutip sumber-sumber diplomatik Arab Saudi. 

Penegasan tersebut dikeluarkan setelah munculnya kabar yang menyebut bahwa Kerajaan Arab Saudi memberikan pembebasan biaya umrah. Kabar tersebut bahkan diunggah oleh beberapa situs penyelenggara haji dan umrah, platform komersial tertentu, hingga ke media sosial. 

Sumber menegaskan biaya visa tetap berlaku. Hanya calon jamaah haji dan umrah saja yang dibebaskan dari tambahan biaya tersebut. Mereka yang pertama kali melaksanakan umrah dan haji tak dikenakan biaya tersebut lantaran Pemerintah Arab Saudi yang akan memikul biaya itu. Sementara mereka yang sudah pernah pergi haji atau umrah harus membayar 2.000 riyal Saudi untuk keperluan visa. 

Sumber tersebut juga menyarankan masyarakat untuk memverifikasi laporan sebelum mempublikasikannya di situs jejaring sosial dan platform lainnya.  Seperti diberitakan sebelumnya, Arab Saudi memutuskan adanya penambahan biaya visa sebesar 2.000 riyal bagi jamaah umrah yang berangkat kedua kali dan seterusnya dalam kurun waktu satu tahun. Kebijakan ini sudah mulai berjalan mulai 2 Oktober 2016.

Sedangkan bagi jamaah yang akan berangkat untuk pertama kalinya tidak dikenakan biaya visa tambahan. Tapi dalam kurun waktu satu tahun, bagi yang berumrah kedua kali dan seterusnya, maka dikenakan biaya visa sebesar 2.000 riyal Saudi.

Penambahan biaya visa sebesar 2.000 riyal Saudi bagi jamaah umrah yang berangkat untuk kedua atau kesekian kalinya ini merupakan hasil sidang kabinet Pemerintah Arab Saudi. Sidang kabinet dilakukan pada pertengahan Agustus 2016 memutuskan mereka yang masuk Arab Saudi itu dikenakan 2.000 riyal, dikecualikan bagi jamaah haji dan umrah pertama kali.[]Sumber:republika/ihram